Showing posts with label Mukjizat. Show all posts
Showing posts with label Mukjizat. Show all posts

Sunday, August 1, 2010

Misteri Buraq dan Analisa Sains



Sekian tahun berlalu, Perjalanan Malam itu hanya dipandang sebagai fenomenda gaib. Terus terang, aku bisa dikatakan kurang setuju apabila kegaiban dibiarkan gaib. Tapi aku juga tak bisa melakukan apapun untuk menyelidikinya. Akhirnya ketidakberdayaan ini membuatku berkhayal kesana kemari.

Berkhayal dengan mencari apakah ada hubungan antara variabel-variabel dalam kegaiban tersebut dengan variabel sains. Aku bukan orang sains, tapi setidaknya variabel yang kumiliki dari sains lebih banyak daripada yang kumiliki dari kegaiban.


Sementara di lain sisi aku bukanlah orang yang religius, yang hafal kelotokan tentang agama, termasuk tentang Perjalanan Malam tersebut. Variabel yang kutahu dari Perjalanan Malam itu hanya sedikit. Apalagi tentang kendaraan yang dipergunakan untuk melakukan Perjalanan Malam itu. Yang kutahu kendaraan itu bernama Buraq. Katanya semacam kuda bersayap berkepala manusia. Cuma itu variabel yang kutahu.


Apa benar demikian? Benarkah ada mahkluk semacam kuda bersayap berkepala manusia? Apakah itu makhluk mitos layaknya paksi, pegasus, manticore, sphinx, naga, centaur, dan lain-lain? Ataukah


kuda bersayap berkepala manusia itu hanyalah selubung yang menutupi fakta sebenarnya tentang kendaraan Perjalanan Malam?


Pada masa Perjalanan Malam itu terjadi, orang lumrah menggunakan kuda, onta, dan keledai sebagai kendaraan. Walaupun ada beberapa yang menggunakan gajah. Dan kadang ada yang menambahkan gerobak untuk membantu membawa muatan banyak. Tapi yang bisa disebut kendaraan pada masa itu hanyalah kuda, onta, keledai, atau gajahnya saja. Gerobaknya sering tidak termasuk.


Dengan mengetahui bahwa kuda merupakan kendaraan/alat transportasi pada masa itu, bisakah aku mengganti kalimat kuda bersayap berkepala manusia menjadi alat transportasi bersayap berkepala manusia? Bukankah itu terdengar lebih masuk akal? Tepatnya, bukankah itu berhubungan dengan sains? Alat transportasi bersayap. Sebuah wahana bersayap yang lazim disebut pesawat.



Lalu pada bagian berkepala manusia-nya. Kata kepala, memiliki arti luas. Kata itu bisa berarti pusat, otak, kendali, kedudukan/posisi/peran intelektual (pemimpin, direktur, ketua), atas, depan, dan masih banyak lagi. Dalam dunia rumahtangga, yang menjadi kepala adalah bapak/suami. Dalam pemerintahan, yang menjadi kepala adalah presiden, raja, kaisar, atau sejenisnya. Sementara dalam pesawat, yang menjadi kepala adalah pilot. Lalu bisakah kalimat alat transportasi bersayap berkepala manusia kurubah menjadi
alat transportasi bersayap yang dipiloti (dikendalikan) oleh manusia?


Jadi pengertian Buraq berubah dari semacam kuda bersayap berkepala manusia menjadi semacam alat transportasi bersayap yang dipiloti (dikendalikan) oleh manusia. Bisakah arti itu diterapkan?


Seandainya bisa, berarti Nabi Muhammad SAW ketika melakukan Perjalanan Malam mengendarai wahana semacam alat transportasi bersayap yang dikendalikan oleh manusia. Lalu siapa pilotnya? Bisa jadi beliau sendiri. Dan untuk memasuki kabin pilotnya beliau harus menaiki batu besar dahulu, karena posisi kabin pilot itu cukup tinggi dari permukaan tanah.


Atau mungkin Jibril yang menjadi pilotnya. Mungkin Jibril menjelma menjadi seorang pria yang mengendarai wahana itu. Nabi Muhammad SAW hanya menjadi penumpangnya. Dan untuk menaiki pesawat tersebut Nabi Muhammad SAW harus menggunakan batu besar karena pintu masuk ke pesawat itu terletak cukup tinggi dari permukaan tanah.


Dengan alat transportasi itu Nabi Muhammad SAW (mungkin bersama Jibril) pergi ke langit ke tujuh. Mungkin langit ke tujuh ada di luar angkasa. Jadi alat transportasi yang mereka naiki bisa disebut pesawat ulang alik.


Lalu bagaimana dengan riwayat yang menyebutkan bahwa kuda tersebut berjenis kelamin betina? Dengan riwayat ini, ngayal ngalor ngidul-nya jadi makin terdukung. Istilah berjenis kelamin betina mungkin tidak bisa diartikan secara harfiah, bahwa wahana tersebut mempunyai vagina sebagai alat kelaminnya. Mungkin, jika dihubungkan dengan sains, adalah seperti berikut penjelasannya.


Di zaman modern ini ada istilah Artificial Intelegent (AI). Sebuah kecerdasan buatan. Seperti fasilitas yang membuat mesin bisa berinteraksi dengan manusia. Contoh paling sederhana adalah komputer. Bahkan Friendster yang 33% penggunanya adalah orang Indonesia pun bisa disebut AI karena dia bisa meng-generate halaman sendiri ketika seseorang men-submit input alamat e-mail dan password. Halaman Friendster tidaklah nyata. Halaman itu terbentuk dari script di belakang layar. Untuk mengetahui script-nya, cobalah gunakan fasilitas view -> source pada Internet Explorer. Itulah AI yang berada di belakang layar Friendster.


Lalu kenapa bisa disebut berjenis kelamin betina? Contoh sederhana, bila kita isi ulang pulsa ponsel. Ada AI bersuara perempuan yang meladeni pengisian pulsa kita. Contoh lain, bila kita menelpon seseorang tapi nomor telepon yang kita hubungi sedang tidak aktif. Akan ada AI bersuara perempuan yang menjelaskan bahwa telepon yang kita tuju tidak bisa dihubungi. Contoh lain, ada di pintu palang KRL di Jakarta. Setiap ada kereta lewat di persimpangan jalan raya dan rel kereta, maka ada AI bersuara perempuan yang menjelaskan tentang anjuran mematuhi hukum berkendara demi keselamatan bersama. Jadi sebuah AI umumnya bersuara perempuan.


Dari suara itu, jika diterapkan pada kuda yang digunakan untuk Perjalanan Malam, mungkin wahana tersebut memiliki fasilitas AI yang juga bersuara perempuan seperti contoh-contoh di atas.


Jadi bisakah pengertian Buraq diartikan sebagai wahana semacam alat transportasi bersayap dengan sistem kendali (AI) yang berbicara menggunakan suara perempuan, dan Nabi Muhammad SAW (atau Jibril yang menjelma menjadi manusia) sebagai pilotnya ?


Wahana ini ilahiah. Canggih dan mutakhir. Kedap suara. Tidak meninggalkan bekas lepas landas. Mempunyai fasilitas stealth mode sehingga bisa tak tampak. Bahkan mungkin buangan exhaust-nya juga tak berbekas. Mempunyai kecepatan sangat tinggi yang melebihi kecepatan cahaya dan kecepatan atom. Berlapis unsur yang tahan terhadap gesekan atmosfer bumi dan tahan terhadap radiasi sinar matahari, serta tahan terhadap gesekan debu-debu angkasa. Benar-benar canggih dan mutakhir! Dan sains zaman sekarang ini belum bisa menciptakan wahana seperti itu jadinya wahana itu (dan segala yang bisa dilakukan oleh wahana tersebut) masih dianggap gaib.


Jika kembali ke awal zaman, ketika Nabi Adam (dan Siti Hawa) diturunkan ke bumi, mungkin beliau juga menaiki wahana ulang alik ilahiah yang sama, atau setidaknya sejenis. Dan dengan fasilitas auto pilot pada AI-nya, wahana ulang alik tersebut kembali secara otomatis ke hangar-nya untuk kemudian dipakai lagi oleh Nabi Muhammad SAW guna melakukan Perjalanan Malamnya.


Seandainya aku sanggup, aku mau membuktikan kegaiban Perjalanan Malam itu. Orang lain umumnya membuktikan kegaiban untuk menyangkalnya, aku justru untuk meyakininya dan memberitakan pada dunia bahwa kegaiban ini adalah nyata.


Tapi aku menyadari itu semua di luar kemampuanku. Aku bukan orang yang mengerti tentang dunia gaib. Lalu bagaimana aku bisa membuktikannya? Apakah dengn sains? Aku juga bukan orang sains. Aku hanya bisa ngayal ngalor ngidul.


Kelak semuanya akan dibeberkan. Atau kalimat semacam itulah, aku kurang hafal. Pokoknya yang menyatakan bahwa nanti Allah akan membuka semuanya. Katanya memang sudah takdir kelak semuanya akan terbuka. Berarti sudah ada urutan kejadian yang tertera dalam Skenario Agung.


Perlahan justru sains malah membeberkan hal-hal yang tadinya dianggap gaib. Mungkinkan dengan sains kita bisa membuka seluruh tabir kegaiban? Atau jangan-jangan Skenario Agung itu adalah sains?

Thursday, July 29, 2010

Foto-foto Penampakan Yang Aneh

Aneh
Hewan aneh
Aneh
Hewan aneh
Hewan aneh
Pohon berbentuk manusia
Gigi ganda
Hewan aneh
Manusia pohon
Wajah manusia di pelepah pisang?

Friday, July 23, 2010

Misteri Batu Hajar Aswad

Neil Amstrong telah membuktikan bahwa kota Mekah adalah pusat dari planet Bumi. Fakta ini telah di diteliti melalui sebuah penelitian Ilmiah.

Ketika Neil Amstrong untuk pertama kalinya melakukan perjalanan ke luar angkasa dan mengambil gambar planet Bumi, di berkata : “Planet Bumi ternyata menggantung di area yang sangat gelap, siapa yang menggantungnya ?.”

Para astronot telah menemukan bahwa planet Bumi itu mengeluarkan semacam radiasi, secara resmi mereka mengumumkannya di Internet, tetapi sayang nya 21 hari kemudian website tersebut raib yang sepertinya ada asalan tersembunyi dibalik penghapusan website tersebut.

Setelah melakukan penelitian lebih lanjut, ternyata radiasi tersebut berpusat di kota Mekah, tepatnya berasal dari Ka’Bah. Yang mengejutkan adalah radiasi tersebut bersifat infinite ( tidak berujung ), hal ini terbuktikan ketika mereka mengambil foto planet Mars, radiasi tersebut masih berlanjut terus. Para peneliti Muslim mempercayai bahwa radiasi ini memiliki karakteristik dan menghubungkan antara Ka’Bah di di planet Bumi dengan Ka’bah di alam akhirat.

Di tengah-tengah antara kutub utara dan kutub selatan, ada suatu area yang bernama ‘Zero Magnetism Area’, artinya adalah apabila kita mengeluarkan kompas di area tersebut, maka jarum kompas tersebut tidak akan bergerak sama sekali karena daya tarik yang sama besarnya antara kedua kutub.

Itulah sebabnya jika seseorang tinggal di Mekah, maka ia akan hidup lebih lama, lebih sehat, dan tidak banyak dipengaruhi oleh banyak kekuatan gravitasi. Oleh sebab itu lah ketika kita mengelilingi Ka’Bah, maka seakan-akan diri kita di-charged ulang oleh suatu energi misterius dan ini adalah fakta yang telah dibuktikan secara ilmiah.

Penelitian lainnya mengungkapkan bahwa batu Hajar Aswad merupakan batu tertua di dunia dan juga bisa mengambang di air. Di sebuah musium di negara Inggris, ada tiga buah potongan batu tersebut ( dari Ka’Bah ) dan pihak musium juga mengatakan bahwa bongkahan batu-batu tersebut bukan berasal dari sistem tata surya kita.

Dalam salah satu sabdanya, Rasulullah SAW bersabda, “Hajar Aswad itu diturunkan dari surga, warnanya lebih putih daripada susu, dan dosa-dosa anak cucu Adamlah yang menjadikannya hitam. ( Jami al-Tirmidzi al-Hajj (877) )

Rahasia Angka-Angka Dalam Al-Qur’an

Kata-kata dalam Al-Qur’an, dengan sejumlah pengulangannya merupakan Mukjizat, jumlah kata-kata dalam Al-Qur’an yang menegaskan kata-kata yang lain ternyata jumlahnya sama dengan jumlah kata-kata Al-Qur’an yang menjadi lawan kata atau kebalikan dari kata-kata tersebut, atau diantara keduanya ada nisbah kontradiktif.

Al-Qur’an tidak hanya terbatas pada ayat-ayat mulianya, makna-maknanya, prinsip-prinsip dan dasar-dasar keadilannya serta pengetahuan-pengetahuan gaibnya saja, melainkan juga termasuk jumlah-jumlah yang ada dalam Al-Qur’an itu sendiri, begitu juga pengulangan kata dan hurufnya, orang-orang yang melakukan ‘ulum’ Al-Qur’an sejak dulu sudah menyadarai adanya fenomena tersebut mempunyai maksud dan tujuan tertentu.

Para peneliti terdahulu sudah mencatat, bahwa surat-surat yang dibuka dengan huruf-huruf ‘muqaththa’ah’ berjumlah 29 surat, sementara jumlah huruf ‘hijaiyah’ Arab ditambah dengan huruf “Hamzah” juga berjumlah 29 huruf hal ini dengan sudut pandang bahwa Al-Qur’an diturunkan dalam bahasa Arab.

DR. Abdul Razaq Naufal dalam bukunya berjudul ‘ Al’Ijaz Al’Adadiy Fi Al-Qur’an Al Karim” beliau menulis beberapa tema-tema tersebut terjadi keharmonisan diantara jumlah kata-kata Al-Qur’an dan berikut ini adalah sejumlah perhitungan yang benar-benar merupakan Mukjizat, dari jumlah kata dalam Al-Qur’an sebanyak 51.900, Jumlah Juz 30, Jumlah Surat 112, keanehan yang ada diantaranya sbb :

  • Kata ‘Iblis” ( La’nat ALLAH ‘alaihi ) dalam Al-Qur’an disebutkan sebanyak 11 kali, sementara “Isti’adzah” juga disebutkan 11 kali, Kata “ma’siyah” dan derivatnya disebutkan sebanyak 75 kali, sementara kata “Syukr” dan derivatnya juga disebutkan sebanyak 75 kali.
  • Kata “al-dunya” disebutkan sebanyak 115 kali, begitu juga kata “al-akhirah” sebanyak 115 kali.
  • Kata “Al-israf” disebutkan 23 kali, kata kebalikannya “al-sur’ah” sebanyak 23 kali.
  • Kata “Malaikat” disebutkan 88 kali, kata kebalikannya ‘Al-syayathin” juga 88 kali.
  • Kata “Al-sulthan disebutkan 37 kali, kata kebalikannya “Al-nifaq” juga 37 kali.
  • Kata “Al-harb”(panas) sebanyak 4 kali, kebalikannya “ Al-harb” juga 4 kali.
  • Kata “ Al-harb (perang) sebanyak 6 kali, kebalikannya “Al-husra” (tawanan) 6 kali.
  • Kata “Al-hayat” (hidup” sebanyak 145 kali, kebalikannya “Al-maut” (mati) 145 kali.
  • Kata “Qalu” (mereka mengatakan) sebanyak 332 kali, kebalikannya “Qul” ( katakanlah) sebanyak 332 kali.
  • Kata “Al-sayyiat” yang menjadi kebalikan kata “Al-shahihat” masing-masing 180 kali.
  • Kata “Al-rahbah” yang menjadi kebalikan kata “Al-ragbah” masing-masing 8 kali.
  • Kata “Al-naf’u” yang menjadi kebalikan kata “Al-fasad” masing-masing 50 kali.
  • Kata “Al-nas” yang menjadi kebalikan kata “Al-rusul” masing-masing 368 kali.
  • Kata “Al-asbath” yang menjadi kebalikan kata “Al-awariyun” masing-masing 5 kali
  • Kata “Al-jahr” yang menjadi kebalikan kata “Al-alaniyyah” masing-masing 16 kali
  • Kata “Al-jaza” 117 kali ( sama dg kebalikannya),
  • Kata “Al-magfiroh” 234 kali ( sama dengan kebalikannya),
  • Kata “Ad-dhalala” ( kesesatan) 191 kali ( sama dengan kebalikannya),
  • Kata “Al-ayat” 2 kali “Ad-dhalala” yaitu 282 kali. Dan masih banyak lagi yang tidak dapat disebutkan satu persatu disini.
  • Kata “Yaum” (hari) dalam bentuk tunggal disebutkan sebanyak 365 kali, sebanyak jumlah hari pada tahun Syamsyiyyah.
  • Kata “Syahr” ( bulan) sebanyak 12 kali, sama dg jumlah Bulan dalam satu Tahun.
  • Kata “Yaum” (hari) dalam bentuk plural (jamak) sebanyak 30 kali, sama dengan jumlah hari dalam satu Bulan.
  • Kata “Sab’u” (minggu) disebutkan 7 kali, sama dengan jumlah hari dalam satu minggu.
  • Jumlah “ saah” (jam) yang didahului dengan ‘harf’ sebanyak 24 kali, sama dengan jumlah jam dalam satu hari.
  • Kata “Sujud” disebutkan 34 kali, sama dengan jumlah raka’at dalam solat 5 waktu
  • Kata “Shalawat” disebutkan 5 kali, sama dengan jumlah solat wajib sehari semalam.
  • Kata “Aqimu” yang diikuti kata “Shalat” sebanyak 17 kali, sama dengan jumlah Raka’at Sholat fardhu/ wajib.
 
coompax-digital magazine