Tuesday, May 3, 2011

Ruang Berita Indonesia

Ruang Berita Indonesia


Unjuk Rasa Demo Nurdin Berbau Politik?

Posted: 03 May 2011 04:21 PM PDT

Aksi unjuk rasa menjelang kongres PSSI merupakan bagian dari ungkapan aspirasi. Namun, tak bisa dipungkiri unjuk rasa belakangan ini menyebarkan aroma kepentingan politik yang kental. Karena itu, secepatnya harus diselesaikan bersama agar unjuk rasa tidak berujung konflik horizontal.

Demikian benang merah yang dirangkum dari perbincangan dengan anggota DPR dari F-PDI Perjuangan, Budiman Sudjatmiko dan Ketua Ikatan Atlet Nasional Indonesia (IANI) Icuk Sugiarto di Jakarta.

“Jalan keluarnya, sekarang kedepankan semangat kebersamaan dan keterbukaan. Silahkan duduk bersama semua unsur yang ada di cabang olahraga tersebut. Jangan mendahulukan ego masing-masing yang hanya akan membuat kisruh ini berkepanjangan,” ujar Budiman.

Karena, menurut Budiman, jika semua persoalan selalu disikapi dengan cara menghadap-hadapkan dua kubu massa yang adalah masyarakat sipil, itu bukan demokrasi, tapi move-krasi. “Ini pekerjaan rumah buat pemerintah. Sekarang tinggal bagaimana pemerintah bisa menjaga agar kekisruhan PSSI ini tidak semakin melebar jauh sampai ke persoalan-persoalan politik. Jika tidak, bagi saya ini tak lebih dari sebuah lelucon,” ujar Budiman yang juga aktif sebagai komentator sepak bola.

Sementara itu, Ketua Umum IANI Icuk Sugiarto meminta agar aksi unjuk rasa terkait PSSI tidak sampai melahirkan konflik horizontal dan bentrokan yang tidak perlu. “Jika sampai terjadi bentrokan antara dua kelompok yang berbeda, yang rugi kan rakyat yang berunjuk rasa. Dan ini kontraproduktif. Untuk itu, saya mengimbau agar kepentingan bangsa dan peningkatan prestasi sepak bola nasional yang dikedepankan,” tegas Icuk.

Di sisi lain, Icuk meminta Menpora yang menjadi perpanjangan tangan pemerintah untuk bisa lebih arif dalam menyikapi persoalan itu. “Menpora harus berada di posisi kepentingan bangsa dan negara. Jangan sampai ditunggangi oleh kepentingan-kepentingan lain di luar olahraga. Seperti kepentingan politik. Itu bukan memajukan PSSI tapi malah menghancurkan PSSI,” ucap Icuk.

Pernyataan Icuk itu bukan tanpa alasan. Pasalnya, ia sudah mencium aroma tak sedap dari berlarutnya kekistruhan PSSI itu. Salah satunya adalah skenario besar bernuansa politik.
“Saya menangkap dan melihat dengan jelas ada upaya politik yang sistematis untuk mengerdilkan PSSI sebagai organaisasi yang memiliki penggemar terbesar di dunia. Jika ini dibiarkan, tidak menutup kemungkinan prestasi sepak bola Indonesia kian hancur,” tuturnya.

Dalam kaitan itu, Icuk menyarankan agar pemerintah tidak terlalu jauh ikut campur urusan PSSI. Sebab, suka atau tidak, PSSI memiliki ranah sendiri yang tak bisa lepas dari keterkaitan dengan aturan persepakbolaan internasional, seperti diatur dalam Statuta FIFA.

“Di situ jelas, kalau sampai FIFA mencium kuat adanya campur tangan pemerintah, maka FIFA memiliki kewenangan untuk membekukan PSSI. Kalau itu yang terjadi, yang rugi kita semua. Selain dapat mencoreng wajah pemerintah Indonesia di mata internasional, juga akan makin mempersuram masa depan sepak bola nasional.”//arenabola

Pencarian Pada Berita ini:kata berbau politik (1)unjuk rasa/ demo (1)

Menang 2-1 Atas Arema, Culpi Masih Belum Puas

Posted: 03 May 2011 04:21 AM PDT

Pelatih Cerezo Osaka, Levir Culpi, tidak puas meski timnya menang 2-1 dari Arema FC pada laga pertama Grup G Liga Champions Asia, Rabu 2 Maret 2011.

Cerezo dibuat kesulitan oleh Arema pada laga di Stadion Nagai, Osaka, Jepang. Tuan rumah sempat unggul melalui Rodrigo Pimpao menit ke-14, namun disamakan Arema lewat penalti Noh Alam Shah menit ke-49. Cerezo akhirnya memastikan kemenangan melalui gol kedua Pimpao menit ke-79.

Pelatih Cerezo, Levir Culpi, mengaku senang dengan tiga poin yang diraih timnya. Namun, Culpi tidak puas dengan skor kemenangan yang diraih Cerezo.

“Ini pertandingan internasional pertama kami dan saya senang dengan kemenangan ini. Kemenangan ini punya arti penting, karena kemenangan ini masuk dalam sejarah klub,” ujar Culpi, Kamis 3 Maret 2011.

“Tapi, saya tidak puas dengan skor akhir. Kami harusnya bisa mencetak lebih banyak gol. Untuk bisa lolos dari babak grup, kami mungkin dihadapkan pada situasi yang melibatkan produktivitas gol,” kilah Culpi.

Dengan hasil ini, Arema FC sementara menduduki dasar klasemen. Sedangkan Cerezo berada di puncak klasemen dengan tiga poin. Di pertandingan Grup G lainnya, wakil Korea Jeonbuk FC berhasil menaklukkan Shandong Luneng 1-0.//arenabola

No comments:

Post a Comment

 
coompax-digital magazine