Kenapa pria seringkali disebut sebagai makhluk visual? Begitu pula wanita disebut lebih percaya intuisi dalam mencari pasangan?

Perilaku itu tersimpan dalam gen kuno lelaki, yang terus berevolusi untuk peka terhadap wanita yang bakal memberi keturunan terbaik.
Penelitian yang dibuat oleh sekumpulan dokter dari University of Amsterdam dan University of Kent ini menguji 20 wanita dan 20 laki-laki.
Mereka diberi tugas dan kerja otak mereka dimonitor.
Selama mengerjakan tugas, subjek ditunjukkan foto lawan jenisnya, mulai dari yang sangat menarik hingga tidak menarik.
Hasilnya lelaki lebih mudah terganggu dalam mengerjakan tugas saat melihat foto wanita menarik, sedangkan wanita lebih terpaku pada tugas.
Kesimpulannya, mata lelaki yang gemar mengembara memang sudah terprogram untuk mengenali salah satu isyarat kesuburan pada wanita, yaitu wajah yang menarik.
Lebih dari itu, lelaki juga mengambil kesimpulan apakah wanita ini merupakan partner yang cocok hanya dalam hitungan sepersekian detik.
Ini adalah insting bertahan dan sesuatu yang sangat klasik untuk membantu pria dalam menemukan pasangan dan mempunyai keturunan.
Sementara itu perempuan tidak terpaku pada penampilan karena perilaku perempuan yang membutuhkan lebih banyak bukti bahwa seorang lelaki dapat menjadi pasangan yang tepat.
Wanita mendasarkan keputusannya pada perilaku pria, apakah ia dapat dipercaya dan berkomitmen? Karena itu keputusan untuk melakukan pendekatan lebih lama ketimbang kaum adam.
Jadi sah saja jika pria cenderung terangsang dengan pemandangan visual dan wanita mudah menyerah jika sudah tersentuh hatinya.
No comments:
Post a Comment