Monday, August 9, 2010

bullying

dapet post ini dari blognya nina ardianti 
kalian harus baca soalnya ini sering kejadian di kalangan anak SMA khususnya para senior




pernah denger bullying?


Yeah, hari gini, siapa sih yang nggak kenal bullying. Pernah di-bully? Atau jangan-jangan... pernah mem-bully?
huehueheuheu... tenang aja, i'm not here to judge you, guys...

Jadi, otak gue yang lambreta dan karatan ini, kalau lagi nggak dipenuhi hitungan-bagaimana-mendapa
tkan-profit (ya Tuhan, hidup gue bergelimang dosa karena riba), suka tiba-tiba mikir hal-hal ga penting. Contohnya kaya bully-membully ini.

Dulu, waktu zaman gue SMA, mana gue kenal sama yang judulnya 'bully'. Soalnya dulu, bahasa populernya adalah 'gencet-menggencet'. Tapi artinya mah sama aja. Sarwa keneh. Gue dulu takut banget kalau digencet sama kakak kelas--walaupun pada kenyataannya gue ga pernah digencet sih. I was not that worthy enough to be bullied. Hahaha...

Karena, gue berpikir bahwa, ada beberapa alasan utama bahwa seseorang itu di-bully--terutama cewek ya. Dimana persaingan begitu ketat dan para gadis (dan wanita) berubah menjadi piranha yang kanibal. Here is the list:

  • CANTIK--ini adalah alasan paling utama. Ga perlu secantik Natalia Uzveknova (nggak pernah denger? sama, gue juga ngarang), kalau keliatan kinclong dikiiiittt aja, pasti langsung deh tergencet kanan-kiri. Ini adalah salah satu alasan kenapa gue nggak digencet, soalnya gue ga cantik. Hihihihi... blessing in disguise nih.
  • CENTIL--sebenernya ini subjektif sih. Kalau senior udah sebel mah, mau sekalem apapun kalian, yaaa... akan tetep dianggap centil. Walapun kalian sudah memplester mulut biar ga ngomong atau mengikat tangan dan kaki supaya ga bergerak. Still... akan dibilang centil. Yah, namanya juga udah sebel. Cuma kadang-kadang emang beneran ada orang yang emang tipikalnya ekstrovert banget, jadi keliatannya centil. Tanpa dia bermaksud menjadi seperti itu. -------- Oh oke, emang sebenernya ADA yang beneran centil.
  • AKTIF--semua kegiatan diikutin, semua ekskul dimasukin--terutama ekskul populer. Selalu menjadi yang pertama dalam segala hal. Yah, mana demen senior ngeliat 4L--lu lagi lu lagi. Walaupun ga salah, cuma kalau senior sebel--ya... apes.
  • MODIS--ga perlu cantik, kalau keliatan modis dikiiitttt aja, waduh..sasaran empuk bullying ini.

Kalau dipikir-pikir, pada dasarnya adalah ENVY OVER APPEARANCE. No matter what, pasti mayoritas pem-bully-an itu adalah karena fisik. Coba, pernah dengar kasus ada orang di-bully karena dia pintar? Diintimidasi supaya tidak menjadi pintar lagi dan harus melepaskan kepintarannya? Oke, pem-bully-an kepada anak pintar emang ada sih. Kaya mem-bully para kutubuku--kaya di film-film. Cuma itu kan emang karena iseng dan bukan didasari oleh---emmm, rasa iri terselubung?

Susah emang jadi cewek. Persaingan di luar sana begitu luar biasa ketat. Terutama dalam soal penampilan. Just for you know, guys/boys/men, it's a wild jungle out there. Where every biatch can slap each other in order to survive. Who said life would be easy to be through? It's tough you know.

Salah satu bentuk 'bertahan hidup' adalah mem-bully. Hueheheh... coba deh, kalian pasti akan lebih bernafsu mem-bully cewek cantik yang disukai para cowok kan dibanding dengan cewek pintar geeky yang berkacamata tebal?

Karena apa? Karena, deep inside our hearts we feel insecure. Kita nggak pede dengan diri kita sehingga kita ingin membuat orang lain nggak lebih baik dari diri kita sendiri. Kita pasti selalu ingin menjadi yang teratas dalam life-food-chain. It's better to eat than to be eaten. Huehuehueh...

I used to be an ugly duck.
Seriously. Makanya gue nggak pernah di-bully. Kerjaan gue hanya memperhatikan orang-orang mem-bully dan di-bully. And doing nothing, heuheuheu.

The primary reason is mostly about physical appearance.


Naturally, the more you look good, the more you'll get the advantage(s). That's why, kadang menjadi alasan orang untuk mem-bully. Maksudnya, para cowok akan lebih memberikan excuse kan kepada cewek cantik. Perumpamaannya begini:


Situasi pas ospek, lagi lari diburu-buru. Nah trus ada cewek cantik jatuh. Maka senior cowok akan berkata, "Eh kamu, hati-hati ya. Awas, jalanannya agak licin..." (mungkin juga dengan improvisasi tambahan dengan mengatakan, "perlu dipegangin?" Nice try, guys!) Tapi kalau cewek tidak cantik yang jatuh, maka kalian para lelaki biasa saja dan kemungkinan akan berkata, "Eh, kalau lari matanya dipake! Jangan jadi pajangan!!"


Okay, that's the extreme one. Tapi kurang lebih begitulah.

The more you look good, the more you'll get the advantage(s). Nggak usah berdebat deh, sama gue soal yang ini.


Gue menyaksikan dengan mata kepala sendiri, mengalami dengan seluruh panca indera gue, bahwa--KECANTIKAN memang BERPENGARUH dalam menentukan sikap orang kepada kita. Don't ask me about kegantengan ya. Gue bukan cowok. Jadi gue ga ngalamin apakah kegantengan berpengaruh terhadap hidup kalian.


Lalu gue menjadi berpikir (susah nih rentetan pikiran kalau lagi berkejaran): Apakah dengan tidak mem-bully orang itu artinya bahwa gue TIDAK IRI?? Hohoho... I don't think so.


Since i'm only human, gue juga punya perasaan jealous dan iri. Tapi kan yang namanya cantik itu adalah gift. Lo nggak akan pernah bisa memilih untuk terlahir dengan wajah cantik atau nggak. Yang bisa kita lakukan adalah bagaimana membuat diri kita menjadi menarik. Kalau cantik mah kan udah menarik dari sononya, kalau kurang cantik--yaaa... butuh tenaga ekstra lah supaya bisa jadi menarik, hueheuheu. Yang paling penting menurut gue adalah: berpenampilan proper. That's enough.


Jadi, gue berusaha membuat diri gue nyaman terhadap diri dan penampilan gue sendiri. Salah satunya adalah berpenampilan proper. Once you're comfortable with yourself, everything will be smooth.


Gue tuh adalah orang yang masih berprinsip bahwa inner beauty, kepintaran dan attitude adalah faktor-faktor yang membuat seseorang menjadi menarik. Fisik adalah masalah chemistry.


Until reality hit me on my face...

No comments:

Post a Comment

 
coompax-digital magazine